Sebagai mahasiswa UNP saya merasa miris dan kecewa dengan kepemimpinan BEM UNP periode ini. BEM UNP yang seharusnya sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa. Dan sebagai pelopor untuk menyuarakan idealisme mahasiswa sesungguhnya yaitu : agent of change and social control. Tapi malah menjadi antek pemerintah. Ini bermula dibuktikan dengan kasus RUU BHP. Disaat UNIVERSITAS dan Institusi2 lain di seluruh Indonesia sibuk menuntut agar RUU BHP di bubarkan. Tapi kenyataanya malah sebaliknya yang dilakukan oleh BEM UNP. Mereka menjadi fasilitator untuk mensosialisasikan RUU BHP kepada mahasiswa UNP.
Selanjutnya, berbagai kebijakan-kebijakan pemerintah yang jelas nyata-nyata tidak memihak rakyat bahkan mendzhalimi rakyat, para pengurus BEM tidak sedikitpun bergeming.
Yang terakhir dan teranyar adalah kasus Polri vs KPK. disaat semua mata rakyat indonesia menyaksikan hiruk – pikuk berita ini di berbagai media masa tidak ada tindakan apapun yang dilakukan oleh petinggi ORMAWA BEM UNP dalam bentuk tindakan nyata. Saya tidak menutup mata dengan berbagai kesibukan para pengurus BEM-U akhir-akhir yang sibuk dengan penanggulangan bencana gempa 30 September lalu, dan akan mengakhiri masa jabatannya sebentar lagi. Tapi, apakah kita biarkan idealisme kita sebagai mahasiswa tergadaikan dengan tidak menghiraukan berbagai polemik yang tengah menghantam bangsa ini??? Pantaskah kita menyandang predikat agent of change and social control itu, sementara kita tidak berbuat apa-apa untuk masyarakat, bangsa dan negara ini???
Saya berharap tulisan saya ini dapat menjadi pedoman dan pelajaran bagi kepemimpinan BEM UNP kedepannya. Terutama bagi seluruh ORMAWA UNP.