Daya tarik tersendiri yang melekat pada profile Ulama Besar Ranah Minang masa lalu adalah terletak dari konsistensi perjuangan dan ketegasan prinsip hidupnya dalam menyebarkan dakwah. Dua hal itulah yang membuat sejarah mereka tetap hidup dan namanya abadi sepanjang masa walau mereka sendiri telah mati. Konsistensi perjuangan, adalah semacam bentuk kekukuhan dan kekokohan dirinya dengan segenap jiwa raga untuk selalu memperjuangkan agama dan ummat diatas segala harta dan jiwa -raganya. Bukankah ini sebuah prinsip yang diajarkan oleh Rasulullah sendiri dan menjadi cermin tauladan bagi ulama-ulama sesudahnya, karena ulama merupakan tulang punggung ummat dan simbol keteladanan zaman. Berjalan di rel perjuangan, memang terasa berat, bahkan melelahkan, hingga tidak sedikit yang mencoba keluar dari rel itu setelah tidak sanggup lagi berada di bawah tekanan dan ujian kehidupan. Akhirnya iatakluk dan mengaku kalah dengan keadaan.