Hilangnya Karakter Ulama Pejuang di Ranah Minang

Daya tarik tersendiri yang melekat pada profile Ulama Besar Ranah Minang masa lalu adalah terletak dari konsistensi perjuangan dan ketegasan prinsip hidupnya dalam menyebarkan dakwah. Dua hal itulah yang membuat sejarah mereka tetap hidup dan namanya abadi sepanjang masa walau mereka sendiri telah mati. Konsistensi perjuangan, adalah semacam bentuk kekukuhan dan kekokohan dirinya dengan segenap jiwa raga untuk selalu memperjuangkan agama dan ummat diatas segala harta dan jiwa -raganya. Bukankah ini sebuah prinsip yang diajarkan oleh Rasulullah sendiri dan menjadi cermin tauladan bagi ulama-ulama sesudahnya, karena ulama merupakan tulang punggung ummat dan simbol keteladanan zaman. Berjalan di rel perjuangan, memang terasa berat, bahkan melelahkan, hingga tidak sedikit yang mencoba keluar dari rel itu setelah tidak sanggup lagi berada di bawah tekanan dan ujian kehidupan. Akhirnya iatakluk dan mengaku kalah dengan keadaan.

Komisi III Wakil Rakyat atau Wakil Polri???

Belum cukup mendapat kecaman karena dianggap berat sebelah dan berpihak saat menggelar rapat dengan Kapolri, Komisi III DPR kini kembali dikecam karena menutup rapat secara sepihak dengan perwakilan masyarakat sipil di Gedung DPR RI semalam.

“Komisi III mendukung diteruskannya kasus Bibit-Chandra. Mereka tidak mendengarkan rekomendasi Tim Delapan (untuk menghentikannya). Dengan demikian, jelas siapa kawan siapa lawan,” ujar aktivis antikorupsi Fadjroel Rachman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, dalam jumpa pers usai rapat yang berakhir ricuh tadi malam. Fadjroel juga meminta maaf sebesar-besarnya kepada rakyat

Indonesia karena telah gagal dalam menyampaikan aspirasi mereka kepada anggota dewan.

Sejumlah LSM, aktivis, akademisi, organisasi, dan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak), semalam memang mendatangi Komisi Hukum DPR tersebut guna meminta komitmen DPR agar berpihak kepada suara rakyat dan mendukung rekomendasi Tim Delapan untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap Chandra-Bibit karena bukti yang dimiliki penyidik

Polri tidak cukup.

Hadir mewakili Kompak antara lain pakar komunikasi politik UI Effendi Ghazali, ekonom Faisal Basri, koordinator Kontras Usman Hamid, Direktur Eksekutif Reform Institute sekaligus wakil Nurcholish Madjid Society Yudi Latif, seniman Franky Sahilatua, pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin, dan lain-lain.

Mereka diterima oleh Komisi III pada pukul 19.30. Awalnya Rapat Dengar Pendapat berlangsung cukup baik, namun menjelang akhir pertemuan sekitar pukul 22.45, suasana berubah memanas dan tidak kondusif.

Kericuhan berawal ketika salah satu anggota Kompak, Ray Rangkuti, mempertanyakan hasil kesimpulan Rapat Kerja antara Komisi III dan Kejaksaan Agung pada sore harinya, yang berisi poin bahwa Komisi III mendesak Kejaksaan untuk (terus) menangani perkara Chandra dan Bibit.

Ray meminta klarifikasi Komisi III atas poin ini, karena isinya dianggap bertentangan dengan rekomendasi Tim Delapan yang menghimbau agar kasus Chandra-Bibit tidak dilanjutkan.

Anggota Kompak lainnya kemudian juga menyuarakan hal serupa. Aktivis antikorupsi, Fadjroel Rachman, mempertanyakan apakah DPR tidak memperhatikan hasil kerja Tim Delapan. Sosiolog UI, Thamrin Amal Tamagola, pun menyatakan bahwa poin tersebut merupakan penghianatan terhadap hati nurani rakyat. Mereka semua menuntut kejelasan atas posisi DPR.

“Berdasarkan proses hukum, kami mendukung sikap Kejaksaan, terlepas dari apakah mereka akan melanjutkan atau menghentikan kasus,” kata Ketua Komisi III, Benny K Harman. Ia mencoba untuk menjelaskan lebih lanjut tentang perspektif DPR kepada Kompak. Namun keterangannya tersebut rupanya tidak memuaskan. Kondisi makin kisruh, suasana gaduh, dan beberapa anggota Kompak meninggalkan ruang sidang.

Gaduhnya ruang rapat membuat salah satu pimpinan komisi, Azis Syamsuddin, naik pitam dan mengetukkan palu sidang berulang kali untuk membubarkan pertemuan. Usai mengetuk palu dan menutup rapat secara sepihak, Azis segera meninggalkan ruangan dan tak kembali lagi walaupun sejumlah anggota Kompak berteriak-teriak meminta rapat dilanjutkan. Pimpinan Komisi III lainnya pun meninggalkan ruang rapat dan tak menggubris Kompak.

Hal ini sungguh membuat berang sekaligus mengecewakan perwakilan masyarakat sipil tersebut. Dalam konferensi persnya, Fadjroel berkali-kali memohon maaf kepada rakyat. Hal senada dilakukan oleh Effendi Ghazali. “Kami semua meminta maaf kepada rakyat karena tidak dapat melanjutkan perjuangan di sini. Tapi kami akan tetap berjuang untuk menyuarakan aspirasi rakyat di tempat dan forum yang lain,” ujar Effendi.

“Tolong dipahami, ini adalah risiko perjuangan kita,” kata Fadjroel menimpali. Sebelumnya, Thamrin sudah sempat meradang ketika Komisi III hendak membatasi waktu pertemuan dengan

KompaK. “Bertemu Kapolri bisa sampai jam 3 dini hari, tapi bertemu rakyat malah dibatasi,” tukasnya. Padahal, DPR notabene merupakan lembaga perwakilan rakyat, dan bukan lembaga perwakilan polisi.

Ketua Komisi III, Benny K. Harman, menyatakan siap mengagendakan pertemuan ulang dengan Kompak dalam suasana yang lebih kondusif. “Tapi ke depannya kami minta pertemuan diisi dengan dialog rasional, bukan emosional,” kata Benny. Ia menambahkan, rapat dengan Kompak kali itu terpaksa diakhiri karena tidak ditemukan titik kompromi dan kesepahaman dalam forum dialog. Bagaimanapun, Benny mengatakan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi.

Usul pertemuan ulang tersebut ditanggapi dingin oleh Kompak. “Perbedaan pendapat tidak dapat dijadikan alasan untuk menutup rapat secara sepihak. Semua memang harus belajar berdebat dan berdialog,” tandas Usman Hamid. Ia mengungkapkan, Kompak menyayangkan insiden semacam itu terjadi justru ketika DPR sedang menggelar pertemuan dengan rakyatnya sendiri.

Di sisi lain, gerakan Facebooker kecam Komisi III pagi ini sudah nyaris menembus angka 25.000. Thamrin memperingatkan DPR bahwa rakyat kini tidak tinggal diam. “Mayoritas yang dulu diam, sekarang tidak diam lagi. Mereka keluar baik di dunia maya maupun dunia nyata. Bila suara mereka diabaikan, ini bisa menjadi tsunami politik yang luar biasa,” ujar Thamrin. Ray Rangkuti pun menyuarakan peringatan senada. “Jangan melawan suara rakyat, atau akan hancur lebur menjadi debu,” ujarnya.

BEM UNP kemana idealisme mu?????

Sebagai mahasiswa UNP saya merasa miris dan kecewa dengan kepemimpinan BEM UNP periode ini. BEM UNP yang seharusnya sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa. Dan sebagai pelopor untuk menyuarakan idealisme mahasiswa sesungguhnya yaitu : agent of change and social control. Tapi malah menjadi antek pemerintah. Ini bermula dibuktikan dengan kasus RUU BHP. Disaat UNIVERSITAS dan Institusi2 lain di seluruh Indonesia sibuk menuntut agar RUU BHP di bubarkan. Tapi kenyataanya malah sebaliknya yang dilakukan oleh BEM UNP. Mereka menjadi fasilitator untuk mensosialisasikan RUU BHP kepada mahasiswa UNP.

Selanjutnya, berbagai kebijakan-kebijakan pemerintah yang jelas nyata-nyata tidak memihak rakyat bahkan mendzhalimi rakyat, para pengurus BEM tidak sedikitpun bergeming.

Yang terakhir dan teranyar adalah kasus Polri vs KPK. disaat semua mata rakyat indonesia menyaksikan hiruk – pikuk berita ini di berbagai media masa tidak ada tindakan apapun yang dilakukan oleh petinggi ORMAWA BEM UNP dalam bentuk tindakan nyata. Saya tidak menutup mata dengan berbagai kesibukan para pengurus BEM-U akhir-akhir yang sibuk dengan penanggulangan bencana gempa 30 September lalu, dan akan mengakhiri masa jabatannya sebentar lagi. Tapi, apakah kita biarkan idealisme kita sebagai mahasiswa tergadaikan dengan tidak menghiraukan berbagai polemik yang tengah menghantam bangsa ini??? Pantaskah kita menyandang predikat agent of change and social control itu, sementara kita tidak berbuat apa-apa untuk masyarakat, bangsa dan negara ini???

Saya berharap tulisan saya ini dapat menjadi pedoman dan pelajaran bagi kepemimpinan BEM UNP kedepannya. Terutama bagi seluruh ORMAWA UNP.

Konflik Gaza

Breaking News

Hingga 18 Januari 2009 malam, jumlah korban yang tewas akibat perang Israel-Hamas telah mencapai lebih 1313 orang, yakni:
- 1300 orang Palestina, dan
- 13 orang Israel
Sedangkan korban luka akibat koflik sejak 27 Desember 2008 telah mencapai 5.617 orang
Sumber data terbaru : www.bloomberg.com  (18 Jan,  23.00 WIB )

Akibat  Serangan Israel-Hamas  27 Desember 2008

Pihak Israel
+ 13 orang tewas
10 tentara & 3 warga sipil
+ 317 orang terluka
233 tentara & 84 warga sipil

Pihak Palestina
+ 1300 orang tewas
~400-650 pejuangHamas (sumber IDF)
~167 polisi Hamas (sumber PCHR)
~700 warga sipil (sumber Reuters)
+ 5300 orang terluka

Info Tambahan

  • Korban peperangan ini akan bertambah [meskipun gencatan senjata telah dilaksanakan], mengingat dari 5000-an korban, sebagian dari mereka adalah korban luka serius. Puluhan dari mereka berada dalam kondisi kritis.
  • Militer Israel telah melakukan lebih 2300 serangan udara ke wilayah Gaza sejak 27 Desember 2008 (atau rata-rata 128 serangan per hari).
  • Organisasi HAM dunia mengatakan bahwa Israel telah menggunakan Bom Phospor. Bom fospor telah dilarang penggunaannya karena sangat berbahaya.
  • Lebih 1.5 juta orang Palestina di Gaza sedang mengalami krisis kemanusiaan akibat penyerangan Israel. Mereka kekurangan makanan, obat-obatan, air bersih dan tempat tinggal.

Pihak Berperang

Israel
Kekuatan Perang
–10.000 pasukan artileri (176.500 tentara siap perang) disertai pesawat tempur, helikopter Apache, dan kapal perang
Pimpinan Perang
– Ehud Barak (Menhan), Gabi Ashkenazi (CoS), Yoav Galant (SoCom)

Hamas + Jihad Muslim + Laskar Pejuang Umat+PLO
Kekuatan Perang
– 10.000-20.000 pasukan Hamas di Gaza
Pimpinan Perang
–Ismail Haniyeh (Pimpinan Hamas), Mahmoud az-Zahar, Ahmed al-Ja’abari, Osama Mazini

Catatan Penting 11-18 Januari 2009

Serangan Israel 16 Januari

11 Januari 2009
Militer Israel menyerang sebuah Mesjid di kota Rafah yang diyakini Israel sebagai tempat latihan Hamas, pertemuan dan persedian senjata.Setidaknya 40 pejuang Hamas tewas pada hari Minggu, 11 Januari, dibunuh oleh tentara Israel. Pasukan Israel mendapat perlawanan sengit oleh Hamas dan Jihad Islamic di daerah Sheikh Ajalin.
Hamas tetap menyerang roket-roketnya ke wilayah Beersheba, Israel. Sementara itu, beberapa sumber menyatakan bahwa Israel menggunakan bahan kimia phosfor selama mengembur Hamas, yang kemudian dibantah Israel.

12 Januari 2009
4 tentara Israel terluka dan 1 orang mengalami luka serius. Salah satu korban tentara Israel akibat senjata temannya sendiri. Hal serupa terjadi pada 5 Januari, dimana 4 tentara Israel tewas karena tertembak oleh tentara Israel sendiri.
Pimpinan perang Hamas mengklaim berhasil menghancurkan 2 buah tank Israel dan menewaskan beberapa tentara Israel di Khuzaa, namun informasi tersebut dibantah oleh otoritas Israel.
Sebanyak 25 titik penyerang Israel menewaskan minimal 5 orang warga sipil dan 4 pejuang Hamas dkk.

13 Januari 2009
Menjelang malam, Israel terus mengempur Gaza melalui angkatan udara. Sedikitnya 23 orang Palestina yang bersenjata tewas serta 7 warga sipil ikut terbunuh.
Sepanjang hari, pesawat Israel menyerang 60 target di Gaza dan dibalas 2 roket Hamas ke wilayah Beersheba, Israel.

14 Januari 2009
Hingga hari ke-19 malam, jumlah korban tewas akibat perang Israel-Hamas telah menyentuh angka 1023 orang. Total warga Palestina tewas (www.newsdaily.com : 20.00 WIB) tercatat 1010 orang sedangkan di pihak Israel 13 orang tewas, sehingga total tewas hingga Rabu sore adalah 1023 orang dan melukai lebih 4800 orang.

15 Januari 2009
-Mendagri Hamas, Said Siam tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza. Ia tewas bersama putra dan saudaranya di kamp pengungsi Jabalya. Siam memimpin 13.000 polisi dan sekuriti Hamas, dan sebagian besar terlibat aktif dalam perang melawan Israel.
-RS Al-Quds terbakar setelah terkena serangan militer Israel.
-Presiden Iran M Ahmadinejad mengecam sejumlah negara Arab dan Islam ‘terlibat’ dalam pembantaian terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dengan diam atau bungkam atas penyerangan Israel. Di negara-negara Arab terjadi perpecahan yakni blok Iran-Suriah-Lebanon-Qatar (mendukung Hamas) Vs Arab Saudi-Mesir.

16 Januari 2009
- 23 jenazah ditemukan dipuing-puing bangunan di Kota Gaza setelah serangan tank Israel
- 1155 telah tewas hingga minggu ke-3 serangan
- Militan Palestina menembak 14 roket ke Israel Selatan dan menyebabkan 5 warga Israel terluka

17 Januari 2009
- Hamas mengusulkan gencatan senjata selama setahun dengan Israel dengan syarat penarikan mundur tentara Israel dari Gaza dan diakhirinya blokade ke kantong Palestina itu.
- 55 warga Palestina terbunuh di Jalur Gaza
- 15 roket Pejuang Palestina menghantam Israel Selatan
- Israel menarik 50 pesawat tempurnya dari Gaza. Sinyal bagi gencatan senjata dari pihak Israel.
- Sekjen PBB Ban Ki-moon mengungkapkan gencatan senjata untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza “semakin dekat.”

18 Januari 2009
Pemerintah Israel secara resmi menghentikan serangan ke Jalur Gaza terhitung 18 Januari 2009, pukul 02.00 waktu setempat. Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert pada siaran pers menyampaikan bahwa Israel telah mencapai semua target terutama menghancurkan basis kekuatan Hamas yang selama ini terus menembakkan roket dan mortir ke wilayah Israel.
Meskipun, Israel telah menyatakan gencatan senjata, pejuang Hamas masih saja menembakkan roket ke wilayah Israel dengan alasan tentara Israel masih berada di wilayah Gaza.

Saat ini
Gencatan senjata telah dilakukan. Biaya rekonstruksi memakan biaya hingga 2 miliar dolar (20 triliun rupiah).  Arab Saudi menyumbang USD 1 miliar.

Untuk membaca kronologi perang Israel-Hamas dan timeline peperangan dari 27 Desember 2008 – 10 Januari 2009, silahkan klik tulisan saya di : Tragedi ‘Desember Gaza’ di Tanah Suci 3 Agama

Komentar ‘Yang Tidak Terdengar’ Akhirnya Terdengar

Meskipun selama 10 hari, resolusi DK PPB nomor 1860 yang dikeluarkan pada 8 Janauri 2009 tidak digubris oleh Israel dan Hamas, akhirnya pada tanggal 18 Januari 2009, Israel mau melakukan gencatan senjata.
Aksi saling serang menyerang antara Israel dan Hamas telah menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka dan jutaan orang kehilangan keluarga dan tempat tinggal sejak 27 Desember 2008 silam (22 hari pertempuran).

Selama lebih 3 minggu, Israel dan Hamas sama-sama ingin menunjukkan kekuatan dan merasa harus menang dalam peperangan serta mengabaikan kegetiran warga sipil. Selama lebih dari 3 minggu, para Jenderal Israel dan Pejuang Hamas tampak ‘mentulikan’ telinga akan ‘jeritan’ darah dan tanggisan.

Akhirnya, suara simpati dan keprihatinan dari rakyat Utara hingga Selatan, dari masyarakat Afrika hingga Amerika, dari Indonesia hingga Venezuela, mulai terdengar. Semoga gencatan senjata ini menjadi gencatan senjata abadi. [at least sampai saya menutup mata]

Pelajaran bagi PBB

Tidak ditanggapinya Resolusi 1860 DK PBB  hampir 10 hari menunjukkan wibawa PBB perlu dikaji kembali. PBB yang beranggota lebih 160 negara, takluk dengan suara Amerika. Ini dikarenakan Israel baru menghentikan serangan setelah Amerika dan Mesir menjamin bahwa tidak ada penyelundupan senjata Hamas lagi ke Jalur Gaza.

Coba jika Resolusi keras DK PBB diperuntukkan untuk untuk Indonesia [belum pernah] atau Irak? Amerika akan langsung [dalam hitungan hari] menghantam ataupun menghukum negara Indonesia. Hal ini terjadi ketika Amerika menyerang Irak, meskipun resolusi menyerang Irak ditentang keras oleh China dan Rusia.
Seperti nasehat Bung Karno, jika dunia ingin lebih aman dan damai, sudah saatnya United Nation (PBB) direformasi. PBB harus memiliki kekuatan mengikat bagi setiap negara dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia, tidak terkecuali negeri Uncle Sam [yang saat ini masih 'memiliki' PBB]

Catatan :
Selama ini berita saya update tiap hari dari Reuter dan Wikipedia.
Dengan adanya gencatan senjata ini, saya berharap tidak perlu meng-update lagi berita ini. [sebuah harapan]

Pelantikan Pengurus BEM FIP UNP `90

Kepada teman2 anggota BEM FIP UNP `90 agar menghadiri pelantikan hari senin 13 jul 2009 jam 16.00 Waktu Sumatera Barat, bertempat di eks ruang baca FIP. Bagi yang tiadak hadir jangan salahkan kami jika wajahnya g` muncul di photo keluarga besar BEM FIP 90. Oceyyy!!!!!

paginya kita rapat proker jam 8.00 WSB (WAKTU SUMATERA BARAT gto!!!)
di sekre BEM. Harap diinformasikan kepada seluruh anggota BEM.

Quickcount Pilpres 2009

Kyai Haji Abdurrahman Wahid atau yang biasa dipanggil Gus Dur menolak hasil pemilihan presiden 2009 yang berdasarkan quick count yang dimenangkan pasangan SBY-Boediono.

“Saya tolak hasil pemilu kemarin (pilpres) karena terjadi kecurangan-kecurangan,” kata Gus Dur yang dihubungi lewat telepon dalam diskusi bertajuk Kongkow Bareng Gus Dur di Kedai Tempo, Jalan Utan Kayu 68H, Jakarta, Sabtu 11 Juli 2009.

Karena kurang sehat, hari ini Gus Dur tak bisa hadir dalam acara rutin yang diselenggarakan KBR 68H tiap Sabtu pukul 10.00 WIB. Namun diskusi hari ini tetap berlangsung dengan membuka jalur telepon untuk tanya jawab dengan Gus Dur.

Gus Dur mengaku mendapat informasi bahwa dari 42 juta masyarakat Jawa Timur yang punya hak memberikan suaranya dalam pilpres 8 Juli kemarin, ternyata tak semuanya bisa nyontreng di TPS. Karena mereka tidak di panggil atau tidak mendapat undangan dari KPPS. “Itu kan kecurangan,” kata Gus Dur.

Jawa Timur merupakan basis masa Nahdlatul Ulama (NU), dan Gus Dur merupakan tokoh ulama NU yang sangay disegani. Tetapi, Gus Dur tak akan melakukan tindakan apa-apa, meski tahu ada kecurangan. “Saya nggak akan bertindak apa-apa. Saya hanya menolak hasil pemilu,” kata Gus Dur.